Inflasi Sumatera Selatan Tercatat 2,91 Persen pada Penghujung 2025

Palembang, Sriwijaya TVBadan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan resmi merilis data inflasi untuk periode Desember 2025. Hasilnya, Sumatera Selatan mengalami inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,91 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 110,12.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa meskipun terdapat tekanan harga menjelang akhir tahun, angka inflasi tersebut masih berada dalam rentang yang terkendali. Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga emas serta meningkatnya konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada periode ini.

Muhammad Wahyu Yulianto – Kepala BPS Sumsel:
“Secara umum inflasi masih dapat dikendalikan, meskipun terdapat tekanan dari peningkatan konsumsi di akhir tahun dan kenaikan harga emas,” ujarnya.

Secara wilayah, tekanan inflasi menunjukkan variasi di sejumlah daerah. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palembang dengan tingkat inflasi mencapai 2,92 persen dan IHK 109,43. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Lubuk Linggau sebesar 2,87 persen dengan IHK 108,52.

Lebih lanjut, BPS Sumatera Selatan mengapresiasi langkah kolaboratif pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga. Meskipun terdapat tantangan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memengaruhi sisi permintaan, berbagai kebijakan pengendalian harga dinilai berhasil mencegah inflasi bergerak di luar kendali.

Dengan capaian ini, Sumatera Selatan menutup tahun 2025 dengan kondisi inflasi yang relatif stabil dan terjaga, memberikan sinyal positif bagi ketahanan ekonomi daerah memasuki tahun 2026.

minyak apun ganapathi

Komentar Facebook

You might also like

Loading...