Kelembutan Kue Apang Khas Bugis Makassar Kini Hadir di Palembang, Omzet Capai Rp3 Juta per Hari
PALEMBANG — Pecinta kuliner di Kota Palembang kini tak perlu jauh-jauh ke Sulawesi untuk menikmati kelezatan kue apang khas Bugis–Makassar. Jajanan tradisional yang dikenal dengan teksturnya yang lembut dan cita rasa autentik ini kini menjadi primadona baru di tengah masyarakat.
Kue apang, atau yang lebih dikenal masyarakat lokal sebagai kue apem, tampil dengan beragam bentuk menarik, mulai dari segitiga hingga kotak. Cita rasanya yang khas berasal dari komposisi utama tepung beras yang dipadukan dengan gula aren asli, menghasilkan warna kecokelatan alami serta aroma yang menggoda.
Proses pembuatannya pun masih mempertahankan cara tradisional, yakni dikukus hingga mengembang sempurna, sehingga kelembutan teksturnya tetap terjaga.
Salah satu gerai kue apang yang cukup populer di Palembang berada di Jalan Jenderal Sudirman, yakni Raja Apang Panas77. Pemilik usaha, Andik, menjelaskan bahwa bisnis tersebut merupakan cabang dari usaha keluarga yang sebelumnya telah sukses dibuka di Jambi.
“Meski baru berjalan sekitar enam sampai tujuh bulan di Palembang, respons masyarakat sangat luar biasa,” ujar Andik.
Ia menyebutkan, dalam sehari gerainya mampu menghabiskan sekitar 20 hingga 30 kilogram adonan saat ramai pengunjung, dengan omzet harian mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta.
Namun demikian, tantangan terbesar dalam menjaga kualitas rasa adalah memastikan ketersediaan gula aren yang sesuai standar. Menurut Andik, karakteristik gula aren di Palembang sedikit berbeda dengan gula dari Sulawesi yang biasa digunakan dalam produksi kue apang.
Kehadiran kue apang ini menambah ragam kuliner tradisional Nusantara yang kini semakin diminati masyarakat Palembang, sekaligus membuka peluang usaha yang menjanjikan di sektor kuliner.


Komentar Facebook