Mengenal Bebaso, Bahasa Palembang Alus yang Diajarkan di Sekolah

Palembang – Upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah terus dilakukan melalui dunia pendidikan. Sejumlah sekolah di Palembang kini mengajarkan bahasa daerah melalui kurikulum muatan lokal dan program revitalisasi bahasa. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus meningkatkan kemampuan literasi siswa sejak usia dini.

Bahasa daerah diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar. Selain memperkenalkan identitas budaya Palembang, pembelajaran ini juga dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa, kemampuan berinteraksi, serta membantu pemahaman materi pelajaran lainnya. Siswa diajak mengenal bahasa daerah tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari nilai budaya dan etika.

Salah satu bahasa daerah yang diperkenalkan di sekolah adalah Bahasa Palembang Alus atau dikenal dengan sebutan Bebaso. Bahasa ini berbeda dengan Bahasa Palembang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bebaso memiliki tutur kata yang lebih halus dan digunakan dalam situasi formal atau saat berbicara dengan orang yang lebih tua. Dari segi pelafalan, Bebaso terdengar seperti perpaduan antara Bahasa Palembang dan Sunda, serta memiliki perbedaan antara penulisan dan pengucapan.

Guru Bahasa Daerah, Fathia Riski, mengatakan pengajaran Bebaso di sekolah menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai sopan santun dan etika berbahasa kepada siswa. Hal senada disampaikan Guru Bahasa Daerah lainnya, Firdaus, yang menilai pembelajaran bahasa daerah dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

Sementara itu, Kepala SD Pusri, Bayu Haryono, menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Palembang Alus di sekolah merupakan bentuk nyata pelestarian budaya. Menurutnya, melalui Bebaso, siswa diajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua, memahami nilai kesopanan dalam berbahasa, serta mengembangkan minat dan bakat di bidang kebudayaan.

Dengan diajarkannya Bahasa Palembang Alus di sekolah, diharapkan generasi muda Palembang tetap mengenal dan menjaga warisan budaya daerah, sehingga tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

minyak apun ganapathi

Komentar Facebook

You might also like

Loading...