Keterbatasan Bukan Penghalang Rezeki, Kisah Inspiratif Pedagang Tunarungu di Palembang

PALEMBANG – Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus berjuang. Hal ini dibuktikan oleh seorang pedagang bernama Bapak Irsan di Palembang yang tetap mandiri meski hidup dalam keterbatasan sebagai penyandang tunarungu.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kota, Bapak Irsan menjalankan usaha sederhana dengan berjualan batagor, siomay, serta aneka minuman segar seperti es pisang ijo dan es pisang ubi ungu. Meski tidak dapat berkomunikasi secara verbal, ia tetap mampu melayani pelanggan dengan ramah dan penuh semangat.

Interaksi dengan pembeli pun berlangsung sederhana namun efektif. Pelanggan cukup menunjuk daftar menu yang terpampang di gerobaknya, dan pesanan pun langsung disiapkan. Cara ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah hambatan dalam memberikan pelayanan terbaik.

Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp10 ribu per porsi, dagangan Bapak Irsan cukup diminati warga. Cita rasa yang lezat serta ketekunan dalam berjualan membuatnya memiliki pelanggan tetap.

Setiap hari, ia mulai berjualan sejak pukul 10 pagi hingga sore hari. Di balik kesederhanaan gerobaknya, tersimpan semangat besar untuk terus bertahan dan mandiri.

Kisah Bapak Irsan menjadi inspirasi bahwa keterbatasan hanyalah soal sudut pandang. Dengan kemauan dan kerja keras, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk membuka pintu rezeki.

minyak apun ganapathi

Komentar Facebook

You might also like

Loading...