Herman Deru: Ketika Kita Menjaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita

PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kehutanan Sumsel bekerja sama dengan IKRAF Indonesia resmi meluncurkan SI-ALAM (Sistem Informasi Lahan untuk Masyarakat). Peluncuran aplikasi ini sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Penghargaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Terbaik Tingkat Provinsi Sumsel 2025.

Acara yang digelar di Palembang ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru beserta jajaran terkait.

270 Kelompok Tani Hutan Mengikuti Penilaian

Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin, menyampaikan bahwa sebanyak 270 Kelompok Tani Hutan mengikuti proses penilaian tahun ini. Dari hasil seleksi tersebut, tiga KTH terbaik berhasil ditetapkan, yaitu:

  1. LPHD Desa Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim
  2. Kelompok Tani Hutan Saunting Jaya, Muara Enim
  3. Kelompok Tani Hutan Sungsang Empat

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok masyarakat yang dinilai mampu menjaga, mengelola, dan memanfaatkan potensi hutan secara berkelanjutan.

Gubernur Herman Deru Tekankan Pentingnya Inovasi Pengelolaan Hutan

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kondisi lingkungan di Sumatera Selatan yang dinilai cukup terkendali, terutama dalam sektor kehutanan. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan peran seluruh lapisan masyarakat.

“Jangan saling menyalahkan. Semua pihak harus mengelola produk kehutanan dengan cerdas. Inovasi tetap dibutuhkan agar kita semakin memahami cara menjaga alam. Karena ketika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita,” ujar Herman Deru.

IKRAF Indonesia: Penghargaan Ini Momentum Penting

Direktur IKRAF Indonesia, Andre Ekadinata, mengatakan bahwa penghargaan Kelompok Tani Hutan terbaik ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian kawasan hutan di Sumatera Selatan.

Menurutnya, peluncuran SI-ALAM diharapkan mampu memberikan akses informasi lahan yang lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.

minyak apun ganapathi

Komentar Facebook

You might also like

Loading...